Pages

berdiri tanpa pijakan.. :(

yahh, ceritanya sedikit menggalau, .
gaa seharusnya sih, tp ini lah yg dirasakan oleh seorang gadis, .
si gadis berfikir, bahwa teman dekatnyaa saat ini merupakan sahabat yg bisa slalu mengerti keadaan. slalu bisa saling mensupport, dan slng memahami kelemahan dr masing2 sahabatnyaa. tp nyatanya tidak. gadis ini merasa terlukai hatinya, krn telah merasa sangat percaya pd sahabat dekatnya, sampai2 sang kakak telah berusaha menasihati gadis, akn ttp gadis ttp membela sahabatnya.
Saat ini gadis mulai memikir 2x. kn dr saat itu dya berubah, alasannya bad mood, ok lah yah, bad mood, tp kok dilihat& dirasakan, bad mood nya lbh ke arah iri hati, dan ingin bersaing yah (ini lah teman).
sampai pada bbrpa kejadian, yg mmg membuat mrk akhirnya cocok, gadis pun berfikir, mengapa slalu aku yg harus mengalah, mengapa slalu aku yg hrs mengerti??
padahal ia sadar sapa yg salah, sapa yg susah dlm keadaan seperti ini.
teman, tlng dong di renungkann sedikit sajjaa,,
gadis sadar, ia terlalu ceplas ceplos akan semua yg ia liat,,
tp ia tdk pernah sedikitpun berniat licik pada siapapun, khususnya sahabatnya sendirii.
4 my bestfriend...

day 1 of magang

yeeeii. hari ini gw pertama kali nyaa magang di tempat orang, mengabdi pada perusahaan orang lain, dimana gw harus taat aturan yg berlaku. okayy. harii pertama ini menyenangkan, karna deadline job 1 kelarrr. smg ajja ga ada revisii.. hahahaha

sepertinya mulai saat ini sayaa haruus lebih memperhatikan blog blog sayya yang sanat saya sadari sudah cukup lama tak terjamah oleh jemarii sayyaa.

ada sisi baiknyaa juga sebenarnya, setidaknyaa dengan mengaktifkan blog saya, sayaa masih dapat mengingat, memory apa saaja yang saya hadapi padaa saat2 saya magang bersama dita anggrahita..
cheears up \\ U__U //
Melihat gambar diatas, apa yang akan kita lakukan??

  Melihat contoh gambar diatas, memang sangat mengharukan bagi kita melihat anak jalanan, mereka yang rata-rata masih berusia dibawah umur, telah dituntut untuk turun ke jalan raya, hanya untuk mendapatkan belas kasihan dari para masyarakat pengguna jalan. 
     Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang mau memberi mereka belas kasih, akan tetapi apakah hal tersebut akan membuat anak-anak jalanan bangsa ini berkembang menjadi anak yang baik? miris sekali kita melihat keadaan negara yang kita yang katanya merupakan negara bersumber daya tapi tidak bisa menanggulangi masalah tersebut. Saat ini Pemerintah masih mengupayakan, bagaimana cara menanggulangi keadaan anak jalanan yang semakin banyak di setiap Kota-Kota di Indonesia. 
    Saat ini, jumlah mereka bukan hanya puluhan di setiap kota, akan tetapi sudah mencapai ribuan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Contohnya saja, anak jalanan di kota Bandung. Pada tahun 2000an, anak jalanan hanya puluhan, mereka masih mau diajak untuk berpola fikir kreatif, bersekolah dll. Akan tetapi tidak sedikit dari mereka anak jalanan yang lupa akan kewajiban mereka, mereka malah lebih asyik bermain dengan sesama anak jalanan dengan cara mengamen, semir sepatu, mengelap kaca mobil, menawarkan barang dagangan, koran, jajanan, dll. Hal tersebut merupakan  suatu kesenangan tersendiri bagi mereka, karena mereka merasa tidak perlu susah-susah untuk mendapatkan uang. 
    Hal ini sesuai dengan teori reinforcement : "sesuatu yang menyenangkan akan selalu diulang, sesuatu yang tidak menyenangkan akan dihindari". Mereka para anak jalanan menganggap sekolah adalah sesuatu yang tidak menyenangkan (punishment) dan dengan mengamen, jual Koran, meminta-minta di jalan adalah sesuatu yang menyenangkan (reward) karena akan mendapatkan banyak uang untuk bersenang-senang. Hal tersebutlah yang membuat mereka anak jalanan beranggapan bahwa “ buat apa kami bersekolah, kamipun tidak dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dengan baik, lebih baik kami mencari uang dijalanan, agar dapat mencapai apa yang kami  ingini (kesenangan) ”..